Toko Pasutri

Sabtu, 12 Januari 2013

Orang-orang Top yang Terjebak dalam Rokok

0 komentar
Orang-orang yang kecanduan rokok umumnya tahu manfaat buruk dari merokok, namun masih sulit meninggalkan kebiasaannya tersebut. Hal ini tidak hanya dialami oleh orang awam saja, melainkan juga banyak dialami oleh orang-orang terkenal. Nyatanya, banyak orang-orang terpandang yang sulit lepas dari jeratan tembakau kering ini.

Bagi beberapa kalangan, rokok merupakan simbol dari gaya hidup yang bebas dan santai. Agaknya, sangat sulit memang memisahkan rokok dari kehidupan sehari-hari bagi orang-orang yang sudah terlanjur terbuai oleh nikotin. Di kalangan artis dan selebritis, kebiasaan merokok bisa dikatakan hampir tak terpisahkan.

Seperti dihimpun detikHealth, berikut adalah orang-orang terkenal yang terjebak dalam rokok.

1. Limbad Habiskan 14 Bungkus Rokok Sehari
Pesulap yang terkenal irit ngomong, Limbad, dapat menghabiskan 14 bungkus rokok dalam sehari. Ia mengaku sudah merokok sejak duduk di bangku SMA. Untungnya, pesulap eksentrik ini mengaku tidak pernah mendapatkan masalah serius dengan kesehatan tubuhnya.

Agar terhindar dari penyakit yang diakibatkan merokok, Limbad memiliki cara-cara tertentu, yaitu selalu bangun pagi dan minum air putih sebanyak-banyaknya. Limbad sendiri punya niatan berhenti merokok, namun nampaknya hal itu masih sebatas keinginan.

2. Butet Ketarajasa si Kolektor Rokok
Pemain teater kawakan asal Yogyakarta ini adalah seorang perokok berat. Bahkan ia memiliki koleksi rokok yang berjumlah ribuan. Hobinya mengoleksi rokok ini bermula secara tidak disengaja ketika kehabisan rokok di tengah perjalanan. Ketika mampir ke warung, ia mendapati rokok tak bermerek yang menurutnya unik. Akhirnya ia tertarik mengoleksi rokok-rokok anonim ini.

3. Mbah Surip Tahan Lapar Asal Ada Rokok dan Kopi
Urip Aryanto alias Mbah Surip meninggal dunia di puncak karirnya akibat gagal jantung dalam usia 46 tahun. Pelantun lagu 'Tak Gendong' dan populer dengan sapaan 'I Love You Full' ini memiliki kebiasaan mengkonsumsi rokok dan kopi dalam jumlah besar. Bahkan ketika syuting video 'Tak Gendong' pun, Mbah Surip bisa tetap enerjik hanya dengan makan 1 kali dalam sehari namun banyak menyeruput kopi dan menghirup berbungkus-bungkus rokok.

4. Adele Selalu Ditemani Rokok Setiap Tur
Pelantun lagu-lagu 'galau' ini ternyata memiliki kebiasaan buruk yang cukup mengejutkan, yaitu tak bisa lepas dari alkohol dan rokok. Beberapa waktu lalu, Adele sempat mengalami cedera tenggorokan dan harus menjalani operasi gara-gara kebiasaan buruknya ini.

Setiap kali manggung, Adele selalu minta beberapa macam minuman keras dan rokok dari panitia. Penyanyi yang tengah bersinar karirnya ini hanya mau meminum anggur merah atau bir dari Eropa dengan kualitas terbaik.

5. Lindsay Lohan Berantakan Karirnya Akibat Rokok
Lindsay Lohan sudah terkenal sejak kanak-kanak berkat aktingnya sebagai gadis cilik yang menggemaskan. Beranjak dewasa, keimutannya itu hilang dan penampilannya jadi jauh lebih tua dari usia sebenarnya. Penyebabnya adalah kebiasaan menghisap rokok. Dalam sehari, ia bisa menghabiskan 2 bungkus rokok. Akibat kebiasaan buruknya ini, karirnya sempat berantakan. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Puasa Jadi Momen Tepat untuk Tobat Merokok?

0 komentar
Tidak sedikit perokok yang memanfaatkan bulan puasa sebagai momen untuk berhenti merokok. Jika makan dan minum yang merupakan kebutuhan pokok saja bisa dibatasi, bisakah merokok yang jelas tidak ada manfaatnya dihentikan saat puasa?

Aby, seorang karyawan swasta di Jakarta memiliki tekad bulat untuk menghentikan kebiasaan merokok yang dimulainya sejak duduk di bangku SMP. Jika berhasil, maka bulan Ramadan 1433 H, atau bulan puasa tahun ini bakal menjadi momen bersejarah bagi lelaki paruh baya ini.

Niat berhenti merokok memang tidak diputuskan oleh Aby bertepatan dengan awal bulan puasa, melainkan sudah sejak 3 pekan yang lalu. Namun diakuinya, datangnya bulan Ramadan tidak lama sesudahnya telah menjadi motivasi tersendiri untuk menyukseskan tekadnya tersebut.

"Awalnya saya berhenti karena batuk-batuk. Begitu batuk sembuh, pas masuk bulan puasa. Jadi Alhamdulillah, puasa memang benar-benar membantu," kata Aby yang mengaku mengalami radang paru-paru, saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Rabu (25/7/2012).

Tentu tidak mudah bagi Aby yang selama ini tergolong perokok berat, yang biasanya dalam sehari bisa menghabiskan 3 bungkus rokok. Butuh motivasi yang sangat kuat, untuk bisa benar-benar langsung lepas dari kecanduan tanpa melalui tahapan mengurangi sedikit-sedikit.

Keinginan kuat untuk memanfaatkan bulan puasa sebagai momen berhenti merokok juga dialami oleh Saryono, seorang sopir jasa transportasi di Jakarta. Laki-laki 28 tahun asal Cilacap ini sudah meneguhkan hati, untuk mengucapkan selamat tinggal pada asap tembakau pada bulan puasa tahun ini.

"Saya yakin bisa berhenti. Istri mendukung, sementara anak saya juga sudah mulai besar. Sudah 4 tahun, sebentar lagi masuk TK," kata Saryono yang biasa menghabiskan 2 bungkus rokok Sampoerna Mild perhari, bahkan sebelumnya lebih parah lagi karena rokoknya adalah tembakau linting tanpa filter.

Diakui oleh Saryono, memang tidak mudah untuk berhenti merokok pada bulan puasa. Pasalnya di lingkungan tempat kerjanya, rekan-rekan yang habis buka puasa atau sahur pasti merokok bersama-sama sehingga selalu ada keinginan untuk bergabung dan bersama-sama menghisap asap tembakau.

Sementara Wawan, seorang karyawan swasta yang berkantor di Jakarta Selatan mengaku belum berani menargetkan berhenti merokok pada bulan puasa tahun ini. Namun ia memastikan, momen ini akan ia manfaatkan untuk mengurangi jumlah rokok yang dihisapnya setiap hari.

"Biasanya sehari satu bungkus. Ini sekarang sudah puasa hari kelima baru habis satu bungkus. Niatnya sih seterusnya, tapi lihat saja nanti," kata Wawan yang sebenarnya merasa tidak bebas untuk merokok di tempat kerjanya, karena harus pergi ke tangga darurat yang jarang dilalui orang.

Bagi Wawan, bulan puasa merupakan momen yang paling tepat untuk mengurangi atau bahkan berhenti merokok sama sekali. Selain tidak bisa merokok di siang hari karena akan membatalkan puasa, juga karena malamnya harus ikut tarawih sehingga waktu merokoknya otomatis ikut terpangkas.

Berhenti merokok di bulan puasa telah menjadi tren di kalangan perokok, yang mulai menyadari pentingnya hidup sehat jauh dari asap rokok. Begitu ada motivasi, maka kecanduan akan jauh lebih mudah diatasi karena secara medis maupun keagamaan, merokok di bulan puasa sangat tidak dianjurkan.

Namun kadang, berhenti merokok hanya bisa dilakukan selama bulan puasa lalu kambuh lagi di bulan-bulan berikutnya. Sebenarnya, berhenti merokok di bulan puasa itu susah atau mudah? Ikuti terus liputan khusus tentang 'Tobat Merokok di Bulan Puasa'. Sumber.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Merokok. Info Seputar Ibu Hamil, Anak, Bayi dan Balita...